Pelaksanaan kegiatan identifikasi
komponen yang diperlukan dalam basis data dilakukan dengan beberapa tahap
yaitu:
a. Melakukan
konsultasi dengan Kepala Seksi dan Kepala Subdit Wil. III tentang komponen apa
saja yang harus diukur dalam kegiatan monitoring
b. Membuat
rancangan komponen data dalam basis data yang akan dibuat serta menyerahkannya
kepada mentor
Nilai
ANEKA yang saya terapkan dalam mengidentifikasi komponen yang diperlukan dalam
basis data nilai etika publik yaitu sopan dan santun serta komitmen mutu dalam
menyampaikan informasi dengan jelas kepada Kasi dan Kasubdit. Dengan menjaga
sopan dan santun maka Kasi, Kasubdit, serta Mentor saya merasa dihargai dan
terjalin komunikasi yang baik. Hasilnya
dengan menerapkan nilai komitmen mutu maka rancangan komponen data yang saya
hasilkan harus efektif, efisien dan tanpa cacat.
Manfaat
saya melaksanakan kegiatan identifikasi komponen yang diperlukan dalam basis
data yaitu Kasi dan Kasubdit saya mengetahui tugas pokok saya dalam masa
prajabatan dengan baik dan mendukung saya dalam pelaksanaan aktualisasi. Kasubdit dan Kasi saya mendukungan dengan memberikan masukan
dalam wawancara serta waktu dan kesempatan untuk selalu berdiskusi mengenai isu
yang saya angkat. Kemudian saya
mengetahui dan memiliki gambaran komponen apa saja yang dapat di catat dari
suatu kegiatan monitoring. Dari komponen
tersebut kemudian saya dapat memiliki gambaran bagaimana basis data yang tepat
dan dibutuhkan pimpinan.
Dampak
apabila dalam melaksanakan identifikasi komponen yang diperlukan dalam
merancang basis data tidak menerapkan nilai etika publik dan komitmen mutu maka
akan terjadi kesalahpahaman akibat informasi yang tidak tepat serta komunikasi
yang terjalin tidak baik karena ada perasaan saling tidak menghargai. Rancangan komponen yang saya siapkan juga tidak berkualitas, tidak
efektif, dan tidak efisien.
Pelaksanaan kegiatan pembuatan basis data
hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar dilakukan dengan beberapa tahap
yaitu:
a. Membuat
konsep kerangka basis data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar
b. Menyerahkan
konsep kerangka basis data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar kepada
mentor
Nilai ANEKA yang saya terapkan dalam kegiatan
pembuatan basis data hasil monitoring pelayanan dasar yaitu etika publik yaitu
dengan senyum, sapa, salam, sopan dan santun menyerahkan konsep kerangka basis
data kepada mentor. Nilai nasionalisme saya terapkan dengan menghagai pendapat
dari mentor untuk menyempurnakan konsep saya. Sedangkan nilai komitmen mutu
dimulai dari tahap kegiatan pembuatan konsep yang efektif, inovatif, dan
efisien hingga menyempurnakan konsep basis data.
Manfaat pelaksanaan kegiatan pembuatan basis
data hasil monitoring pelayanan dasar yaitu saya dapat mengembangkan komponen
yang sebelumnya sudah saya gali melalui wawancara dengan Kasubdit dan Kasi
menjadi konsep basis data. Selanjutnya mentor dapat menilai apakah konsep basis
data sudah sesuai dengan komponen yang sudah saya gali. Pada akhir kegiatan ini
terbentuk konsep kerangka basis data. Konsep kerangka basis data telah mendapat
masukan dan persetujuan dari mentor.
Dampak apabila dalam melaksanakan pembuatan
basis data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar tidak menerapkan nilai komitmen
mutu maka konsep basis data tidak efektif, tidak efisien dan tidak menghasilkan
hasil yang terbaik. Apabila nilai nasionalisme tidak diterapkan maka akan
mengakibatkan tidak terjadi kolaborasi yang baik antara saya dan mentor.
Sedangkan apabila nila etika publik tidak diterapkan maka akan mengakibatkan
hubungan yang tidak baik antara saya dan mentor saya karena tidak terjalin
komunikasi yang baik. Saya tidak akan dipercaya dapat menyelesaikan aktualisasi
saya.
Pelaksanaan
kegiatan pembuatan formulir pendataan monitoring
pembangunan pelayanan dasar dan panduan pengisian formulir dilakukan dengan
beberapa tahap yaitu:
a. Membuat
konsep kerangka formulir pendataan monitoring
pembangunan pelayanan dasar
b. Menyerahan
konsep kerangka formulir pendataan monitoring kepada mentor
c. Menyiapkan
konsep panduan pengisian formulir pendataan monitoring
pembangunan pelayanan dasar
d. Menyerahan
konsep panduan pengisian formulir pendataan monitoring
pembangunan pelayanan dasar kepada mentor
Nilai ANEKA yang saya terapkan dalam kegiatan
pembuatan formulir pendataan monitoring
pembangunan pelayanan dasar dan panduan pengisian formulir yaitu komitmen mutu
yaitu dengan membuat konsep dengan teliti, efektif dan efisien kemudian
menyempurnakan konsep sesuai dengan hasil bimbingan dengan mentor. Nilai
akuntabilitas yang diterapkan untuk menjamin bahwa konsep formulir mengutamakan
kejelasan informasi. Dalam berkomunikasi dengan mentor nilai ANEKA yang saya
terapkan yaitu nasionalisme dengan menghargai pendapat mentor serta nilai etika
publik dengan senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.
Manfaat kegiatan pembuatan formulir pendataan monitoring pembangunan pelayanan dasar
dan panduan pengisian formulir yaitu dapat tersusunnya konsep formulir serta
konsep panduan pengisian formulir. Saya dapat mengembangkan konsep formulir
yang sesuai dengan basis data yang sudah saya siapkan. Saya juga merevisi
konsep yang saya buat dengan masukan dan pertimbangan dari mentor.
Dampak apabila dalam melaksanakan pembuatan
formulir pendataan monitoring
pembangunan pelayanan dasar dan panduan pengisian formulir tidak menerapkan
nilai komitmen mutu maka konsep formulir yang terbentuk tidak akan sesuai
dengan basis data yang harus diisi. Panduan pengisian yang dihasilkan juga
tidak jelas. Apabila tidak menerapkan nilai akuntabilitas maka informasi yang
seharusnya dicatat dalam suatu kegiatan monitoring dapat terlupa atau
menimbulkan pengertian yang bias. Apabila tidak menerapkan nilai nasionalisme
dan etika publik dalam berkomunikasi dengan mentor maka tidak akan tejalin
komunikasi yang baik karena dapat timbul perasaan tidak saling menghargai.
Pelaksanaan kegiatan uji coba pengisian formulir
pendataan monitoring ke dalam
kerangka basis data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar dilakukan
dengan beberapa tahap yaitu:
a. Mengambil contoh kegiatan monitoring yang sudah dilaksanakan di dalam berita acara Mutual Check 0% (MC0%) kemudian
memasukkan data yang ada ke dalam formulir pendataan monitoring
b. Memasukkan data dari formulir pendataan kegiatan monitoring ke dalam kerangka basis data
c. Melakukan evaluasi data yang tidak dapat terpenuhi
oleh berita acara MC 0% dan Monev ke dalam kerangka basis data hasil monitoring
pembangunan pelayanan dasar
Nilai ANEKA yang diterapkan dalam kegiatan uji
coba pengisian formulir pendataan monitoring
ke dalam kerangka basis data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar yaitu
nilai akuntabilitas dan komitmen mutu. Nilai akuntabilitas yaitu bagaimana
melakukan uji coba yang mengutamakan pada hasil yang maksimal dan perbaikan
kinerja serta tetap menjaga inforrmasi pemerintah sesuai dengan aturan yang
berlaku. Nilai komitmen mutu yaitu dengan melaksanakan tahap kegiatan secara
teliti, meningkatkan efektifitas dan efisiensi.
Manfaat kegiatan menguji coba pengisian
formulir pendataan monitoring ke
dalam kerangka basis data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar yaitu saya
dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan formulir dan basis data yang saya
gunakan. Saya dapat membandingkan informasi antara berita acara yang sebelumnya
digunakan dengan formulir pendataan yang akan saya gunakan untuk mengisi basis
data. Saya juga dapat menilai informasi yang tercatat dalam suatu berita acara
MC 0% dibandingkan dengan informasi yang akan direkam menggunakan formulir
pendataan yang sudah saya siapkan. Kemudian didapatkan hasil evaluasi uji coba
yang dilakukan.
Dampak apabila dalam melaksanakan kegiatan uji
coba pengisian formulir pendataan monitoring
ke dalam kerangka basis data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar tidak
menerapkan nilai akuntabilitas dan komitmen mutu maka tidak akan didapatkan
hasil evaluasi yang baik serta tidak terjadi perbaikan untuk meningkatkan
kinerja. Pelaksanaan tahapan kegiatan juga menjadi tidak efektif dan efisien.
Pelaksanaan
kegiatan persiapan rencana sosialisasi panduan mengisi formulir pendataan monitoring terdiri dari beberapa tahap
kegiatan yaitu:
a. Menyiapkan
bahan paparan dan bahan pegangan peserta sosialisasi tata cara mengisi formulir
pendataan monitoring
b. Melengkapi
persyaratan administrasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi berupa surat izin
pelaksanaan kegiatan dan peminjaman ruangan
c. Membuat
dan menyerahkan undangan kepada seluruh staf pelaksana kegiatan monitoring pembangunan di wilayah III
Nilai ANEKA yang diterapkan dalam kegiatan
persiapan rencana sosialisasi panduan mengisi formulir pendataan monitoring yaitu nilai akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, dan komitmen mutu. Nilai akuntabilitas diterapkan
dari awal penyiapan bahan paparan dan pegangan peserta, melengkapi persyaratan
administrasi, hingga mengundang pihak yang akan terlibat dalam kegiatan
monitoring. Nilai nasionalisme diterapkan dalam membuat dokumen administrasi
dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta tidak
diskriminatif mengundang peserta sosialisasi. Nilai etika publik diterapkan
dalam menyerahkan dkumen administratif kepada bagian terkait seta undangan
kepada seluruh peserta sosialisasi. Nilai komitmen mutu diterapkan dalam
menghasilkan bahan paparan dan pegangan yang tebaik agar peserta mendapatkan
pemahaman yang maksimal mengenai isu dan kegiatan aktualisasi ini sebagai
solusinya.
Manfaat kegiatan persiapan rencana sosialisasi
panduan mengisi formulir pendataan monitoring
yaitu saya dapat merencanakan dan menyiapkan segala keperluan sebelum saya
melaksanakan sosialisasi. Saya membuat
bahan paparan yang efektif dan efisien serta menyediakan bahan pegangan peserta rapat sebagai bahan diskusi dan
tambahan wawasan kepada peserta sosialisasi. Setelah
saya menyerahkan permohonan peminjaman ruangan saya mendapat izin. Oleh
karena usulan mentor dan dukungan dari Kepala Subdirektorat Pembangunan Sarana
Prasarana Wilayah III maka sosialisasi yang hendak dilaksanakan hanya untuk
staf pelaksana kegiatan monitoring menjadi seluruh pejabat dan staf di
lingkungan Direktorat PSPKP. Oleh karena akan
diadakan rapat pada tanggal 15 November 2018 pukul 13.00 di Hotel Swiss-belresidences.
Maka pada tanggal 14 November 2018 Ibu Ari sebagai Kasubbag TU menyampaikan
bahwa acara sosialisasi saya dipindahkan dan dimulai pukul 09.00 WIB
dilanjutkan presentasi Proper PIM 4 Bapak Soangkupon kemudian bersama-sama
meneruskan rapat pukul 13.00. Hal ini
dapat terjadi oleh karena penerapan nilai-nilai ANEKA.
Dampak apabila
dalam melaksanakan persiapan rencana sosialisasi panduan mengisi formulir
pendataan monitoring saya tidak menerapkan
nilai akuntabilitas maka bahan paparan dan pegangan peserta, dokumen
administratif, dan surat undangan tidak
menampilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Apabila nilai
nasionalisme tidak diterapkan maka penggunaan bahasa yang tidak baku dapat
membuat informasi yang semu serta tercipta suasana yang tidak adil karena saya
hanya akan mengundang pihak yang dekat dengan saya. Apabila nilai etika publik
tidak diterapkan maka tidak akan terbentuk koordinasi dan kolaborasi yang baik antara bagian administrasi dengan
saya sebagai pelaksana sosialisasi serta peserta sosialisasi dengan saya.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi tata cara mengisi
formulir pendataan kegiatan monitoring dan kerangka basis data
pembangunan pelayanan dasar wilayah III terdiri dari 2 tahapan kegiatan yaitu:
a. Melaksanakan
sosialisasi tata cara mengisi formulir pendataan kegiatan monitoring pembangunan pelayan dasar
b. Mengevaluasi
pelaksananaan kegiatan sosialisasi tata cara mengisi formulir pendataan kegiatan monitoring dan kerangka basis data pembangunan pelayanan dasar
Nilai ANEKA yang diterapkan dalam pelaksanaan
kegiatan sosialisasi tata cara mengisi formulir
pendataan kegiatan monitoring
dan kerangka basis data pembangunan pelayanan dasar wilayah III yaitu
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, dan komitmen mutu. Nilai
akuntabilitas diterapkan dengan menyampaikan informasi yang benar kepada
seluruh peserta sosialisasi serta bersikap netral terhadap kritik dan masukan dari
peserta sosialisasi. Nilai nasionalisme diterapkan dengan tidak diskriminatif
kepada seluruh peserta sosialisasi dalam bertanya ataupun memberikan saran.
Nilai etika publik diterapkan dengan memulai sosialisasi dengan salam, sapa,
senyum, sopan, dan santun hingga tahap evaluasi dan akhir kegiatan. Nilai
komitmen mutu diterapkan dalam mengutamakan kepuasan peserta sosialisasi.
Manfaat kegiatan sosialisasi tata cara mengisi
formulir pendataan kegiatan monitoring dan kerangka basis data
pembangunan pelayanan dasar wilayah III saya dapat menyampaikan aktualisasi
saya, isu yang saya angkat, basis data, formulir, dan panduan pengisian yang
saya siapkan kepada seluruh peserta sosialisasi. Seluruh peserta kegiatan
sosialisasi menyadari bahwa isu yang saya angkat penting untuk diselesaikan. Pembuatan
basis data beserta formulir dan panduannya mendapat dukungan dan masukan untuk
dapat disempurnakan. Evaluasi yang saya lakukan terhadap kegiatan sosialisasi
yang saya adakan menjadi catatan saya dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya. Saya
juga dapat mendapatkan pertanyaan, saran, dan masukan dari seluruh peserta
sosialisasi. Saran dan masukan kemudian saya gunakan untuk menyempurnakan basis
data serta formulir pendataan dan panduannya.
Dampak apabila dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi
tata cara mengisi formulir pendataan
kegiatan monitoring dan kerangka
basis data pembangunan pelayanan dasar saya
tidak menerapkan nilai akuntabilitas maka peserta sosialisasi tidak akan
memahami mengapa membuat basis data ini menjadi sangat penting. Apabila nilai
nasionalisme tidak diterapkan maka saya tidak akan objektif dalam menerima
masukan dari peserta sosialisasi walaupun tujuannya untuk menyempurnakan basis
data dan formulir yang saya sudah diapkan. Apabila nilai etika publik tidak
diterapkan maka peserta sosialisasi akan merasa tidak nyaman serta materi saya
tidak menarik karena tidak terjalin komunikasi yang tebuka. Apabila nilai
komitmen mutu tidak saya terapkan maka saya akan melaksanakan kegiatan hanya
agar terlaksana tanpa memperdulikan bagaimana aktualisasi ini dapat bermanfaat
bagi unit kerja saya.
Pelaksanaan kegiatan pengumpulan
dan memasukkan data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar monitoring wilayah III melalui formulir
pendataan terdiri dari beberapa tahap kegiatan yaitu:
a)
Menyerahkan formulir kepada
pelaksana monitoring di wilayah III
b)
Mengumpulkan formulir pendataan monitoring pembangunan pelayanan dasar yang
sudah terisi
c)
Melakukan pengisian data hasil
monitoring pembangunan pelayanan dasar pada kerangka basis data yang sudah
disiapkan
Nilai ANEKA yang diterapkan dalam
kegiatan pengumpulan dan memasukkan data hasil monitoring pembangunan pelayanan
dasar monitoring wilayah III melalui
formulir pendataan yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen
mutu, anti korupsi. Nilai akuntabilitas diterapkan dengan bertanggung jawab
terhadap data yang sudah saya terima serta menyimpan dan menggunakan data
tersebut secara tepat dan bertanggungjawab. Nilai nasionalisme diterapkan
dengan tidak diskriminatif terhadap siapapun yang melaksanakan kegiatan
monitoring serta menghargai pendapat pelaksana dalam hal menggunakan formulir
dan mencatat kondisi di lapangan. Nilai etika publik diterapkan dengan selalu
senyum, sapa, salam, sopan dan santun dalam menyerahkan formulir pendataan
serta meminta kembali hasil kegiatan monitoring yang sudah dimasukkan dalam
form pendataan sebelumnya. Nilai komitmen mutu diterapkan dengan memeriksa
kembali dokumen pendataan kepada pelaksana monitoring pada saat sebelum dan
sesudah pelaksanaan serta memasukkan data tersebut secara teliti kedalam basis
data. Nilai anti korupsi diterapkan dengan tidak memanipulasi data untuk
kepentingan apapun dan tidak menerima berbagai bentuk suap dan gratifikasi dari
pelaksana kegiatan monitoring dan kontraktor.
Manfaat kegiatan pengumpulan dan memasukkan
data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar monitoring wilayah III melalui formulir pendataan yaitu pelaksana
kegiatan monitoring mengetahui komponen apa saja yang menjadi penting untuk
dicatat dalam suatu kegiatan monitoring dengan formulir yang dapat mereka isi
di lapangan. Pelaksana monitoring juga memiliki panduan dalam mengisi formulir
tersebut. Manfaat lainnya Kemudian setelah formulir dikumpulkan kembali basis
data dapat diisi dengan data yang lebih aktual dan akurat.
Dampak Apabila dalam melaksanakan kegiatan
pengumpulan dan memasukkan data hasil monitoring pembangunan pelayanan dasar wilayah
III melalui formulir pendataan monitoring
tidak menerapkan nilai akuntabilitas maka data yang sudah diserahkan dapat
hilang karena tidak disimpan dengan baik. Jika nilai nasionalisme tidak
diterapkan maka ketika menyerahkan formulir saya akan memilih-milih, tidak
melayani pelaksana kegiatan monitoring dengan adil, dan merasa tersinggung
karena kritik yang disampaikan perihal formulir dan panduan yang saya siapkan.
Apabila nilai etika publik tidak diterapkan maka tidak terjalin komunikasi yang
baik antara saya sebagai pelaksana aktualisasi dengan pelaksana kegiatan
dilapangan. Jika nilai komitmen mutu tidak diterapkan maka pelaksana kegiatan
dapat menerima fomulir yang tidak sesuai dengan tahap monitoring yang hendak
dilaksanakannya. Apabila nilai anti korupsi tidak diterapkan maka saya dapat menerima
suap atau gratifikasi dan memanipulasi data terkait dengan data tersebut
menunjukkan pencapaian kinerja subdirektorat saya yang akan diketahui atasan.
Pelaksanaan
kegiatan pembuatan laporan analisis pembangunan pelayanan dasar Subdirektorat
Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah III terdiri dari 2 tahapan kegiatan yaitu:
a. Membuat
laporan bulanan progres pekerjaan pembangunan pelayanan dasar Subdirektorat
Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah III
b. Membuat
laporan akhir analisis proses pembangunan sampai dengan Desember 2018
Nilai ANEKA yang diterapkan dalam kegiatan
pembuatan laporan analisis pembangunan pelayanan dasar Subdirektorat
Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah III yaitu akuntabilitas, nasionalisme,
komitmen mutu, anti korupsi dan etika publik. Nilai akuntabilitas diterapkan
dalam menggunakan data yang sesuai dengan kebenarannya. Nilai nasionalisme
diterapkan dengan tidak diskriminatif dan menghagai pendapat mentor, rekan
kerja, serta pimpinan perihal laporan yang saya buat. Nilai etika publik
diterapkan dengan sopan dan santun dalam menyerahkan laporan kepada pimpinan.
Nilai komitmen mutu diterapkan dengan memeriksa kembali laporan yang akan
diserahkan dengan teliti. Nilai anti korupsi diterapkan dengan tidak menerima
suap dan gratifikasi. Saya juga tidak memanipulasi data dan menggunakan data
untuk kepentingan pribadi dalam berkoordinasi dengan kontraktor dan melaporkan
kinerja unit kerja saya kepada pimpinan.
Manfaat kegiatan pembuatan laporan analisis
pembangunan pelayanan dasar Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah
III yaitu saya dapat menggunakan basis data yang sudah saya isi sesuai dengan
proses dan berdasarkan hasil monitoring sebagai laporan bulanan unit kerja
saya. Pada akhir kegiatan ini saya dapat memberikan hasil analisis proses
pembangunan sampai dengan Desember 2018. Sehingga pimpinan dapat mengetahui
kondisi pembangunan, memberikan arahan dan mengambil kebijakan agar pembangunan
yang sedang dilaksanakan tepat waktu,
tepat guna, tepat sasaran, tepat anggaran.
Dampak apabila dalam
melaksanakan kegiatan pembuatan laporan analisis pembangunan pelayanan dasar
Subdirektorat Pembangunan Sarana Prasarana Wilayah III tidak menerapkan nilai
akuntabilitas maka hasil laporan tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak
sesuai dengan fakta dan data. Jika nilai nasionalisme tidak diterapkan maka
saya akan mudah tersinggung oleh arahan serta kritik mentor, rekan kerja, dan
pimpinan perihal laporan yang sudah saya buat. Apabila nilai etika publik tidak
diterapkan maka saya akan mendapat teguran karena dinilai kurang sopan oleh
atasan saya. Jika nilai komitmen mutu tidak diterapkan maka bisa terjadi
kesalahan pelaporan akibat kurang teliti. Apabila nilai anti korupsi tidak
diterapkan maka saya dapat menerima segala bentuk hal yang menguntungkan saya.
Saya juga dapat memanipulasi data agar pimpinan merasa puas dengan kinerja unit
kerja saya di lapangan.